Minggu, 01 Mei 2016

Ikan NILA


Oke pada kesempatan kali ini saya akan memposting
tentang Ikan Nila  beserta penjelasannya






Ikan Nila

       Bentuk tubuh ikan ini agak kecil dan panjang sekitar 15cm. Memiliki sirip berpasangan, sirip punggung, sirip perut, sirip anus, dan sirip ekor. Ikan nila berjari sirip keras,letak mulut subterminal dan berbentuk meruncing. Selain itu, tanda lainnya yang dapat dilihat adalah dari ikan nila adalah warna tubuhnya yang hitam dan agak keputihan. Bagian bawah tutup insang berwarna putih. Sisik-sisik ikan nila ini berukuran kecil dan kasar. Linea lateralis bagian atas memanjang mulai dari tutup insang hingga belakang sirip punggung sampai pangkal sirip ekor. Ukuran kepalanya relatif kecil dengan mulut berada di ujung kepala serta mempunyai mata yang besar. Lingkungan tumbuh (habitat) yang paling ideal adalah perairan air tawar yang memiliki suhu antara 14ºC – 38ºC, atau suhu optimal 25ºC – 30ºC. Habitat ikan nila ini adalah di waduk Faperika UR dengan suhu perairan 32ºC.




Membedakan Nila Jantan dan Nila Betina 




KLASIFIKASI DAN DESKRIPSI IKAN NILA
Klasifikasi Ikan Nila
Kingdom     : Animalia
Filum           : Chordata
Sub Filum    : Vertebrata
Kelas           : Osteichtes
Sub Kelas    : Acanthoptherigii
Ordo            : Percomorphii
Sub Ordo     : Percoidae
Famili           : Cichlidae
Genus          : Oreochromis
Spesies        : Oreochromis niloticus








Oke sekian dulu pembahasan kita kali ini tentang Ikan Nila yang saya ketahui semoga postingan ini bisa membantu kalian, Nantikan lagi di postingan saya yang berikutnya hanya di " Welcome To the World Of Fish "

Ikan Lumba-lumba


Oke pada kesempatan kali ini saya akan memposting tentang Ikan Lumba-lumba  beserta penjelasannya



lumba-lumba

Lumba-lumba adalah mamalia laut yang mempunyai hubungan sangat erat dengan ikan paus. Didunia ini terdapat sekitar 40 spesies lumba-lumba. Ikan lumba-lumba adalah keturunan dari mamalia darat, nenek moyang lumba-lumba modern seperti yang bisa kita lihat saat ini pertama kali memasuki air sekitar lima puluh juta tahun yang lalu.

Klasifikasi Ilmiah Lumba-Lumba
Kerajaan:    Animalia
Filum:    Chordata
Kelas:    Mammalia
Ordo:    Cetacea
Upaordo:    Odontoceti
Famili:    Delphinidae



Ciri-Ciri Lumba-Lumba

Lumba-lumba memiliki tubuh ramping  yang membuatnya mampu berenang dengan cepat. Sirip ekor yang disebut fluke digunakan sebagai penggerak sementara sirip lainnya yang terletak dibagian samping tubuhnya digunakan bersama-sama dengan seluruh bagian ekornya sebagai alat kontrol. Sirip punggung yang terletak dibagian atas tubuhnya berfungsi sebagai stabilisator pada saat lumba-lumba berenang.



Warna dasar tubuh ikan lumba-lumba pada umumnya adalah abu-abu dan warna dibagian bawah tubuhnya lebih terang dari pada bagian atas dan sering terdapat garis dan petak-petak warna yang berbeda dan kontras. Tidak seperti kebanyakan mamalia lumba-lumba tidak memiliki rambut.

Makanan Lumba-Lumba

Makanan utama lumba-lumba adalah ikan tetapi saat mereka berada diwilayah yang jarang terdapat ikan mereka biasanya berburu cumi-cumi dan gurita. Lumba-lumba menelan makanan mereka tanpa dikunyah terlebih dahulu, mereka menggunakan otot-otot yang terdapat dibagian belakang lidahnya dan juga tenggorokannya untuk memeras air laut yang ikut terbawa pada saat mereka menelan makanan-nya.

Apa Yang Membuat Lumba-Lumba Begitu Cerdas

Nah otak mereka tentu saja. Lumba-lumba memiliki otak yang besar untuk tubuh mereka. Lumba-lumba hidung botol adalah jenis ikan lumba-lumba yang memiliki rasio ukuran otak dengan bobot tubuh paling mendekati manusia.






Dari hasil penelitian para ilmuwan, terbukti bahwa lumba-lumba memiliki otak yang lebih cerdas dari pada primata, mereka juga menyimpulkan bahwa ikan lumba-lumba benar-benar memiliki bahasa untuk berkomunikasi yang sampai saat ini masih belum dapat dipahami sepenuhnya oleh manusia.

Fakta Tentang Lumba-Lumba Yang Perlua Anda Tahu

- Seperti sapi, lumba-lumba memiliki lebih dari satu perut. Lumba-lumba memiliki 2 buah perut, satu digunakan sebagai tempat menyimpan makanan yang masuk melalui mulutnya dan satu perut lagi digunakan untuk mencerna makanan yang berasal dari perut pertama.

- Metode yang umumnya digunanakan oleh kawanan lumba-lumba untuk berburu ikan adalah dengan cara menggiring sekelompok ikan secara bersama-sama sehingga membentuk sebuah lingkaran dengan ikan berada ditengah kelompok tersebut dan secara bergiliran mereka akan masuk kedalam pusat lingkaran untuk memangsa ikan-ikan tersebut.

- Ketika lumba-lumba tidur, mereka hanya menutup sebelah bagian otak mereka sehingga ia tetap cukup sadar untuk bernapas dan berjaga-jaga bila ada predator yang mendekat.

- Lumba-lumba suka bermain. Mereka sering bermain dengan rumput laut, atau menggoda kawan-kawannya yang lain, mereka bahkan sering menggoda mahluk laut lainnya.

- Tidak seperti binatang mamalia lain, bayi lumba-lumba lahir dengan ekor lebih dahulu.

- Lumba-lumba memiliki indra penciuman yang sangat sedikit.

- Seekor ibu lumba-lumba akan tinggal dengan anak-anak mereka dan mengasuhnya selama dua sampai tiga tahun.

- Beberapa jenis ikan lumba-lumba mampu menyelam hingga sedalam 1.000 kaki.

- Beberapa spesies lumba-lumba bisa berenang hingga 25 mil per jam untuk waktu yang lama, jauh lebih cepat dari perenang terbaik manusia.

- Di alam liar, usia rata-rata ikan lumba-lumba adalah 17 tahun namun mereka dapat hidup hingga 50 tahun.

- Beberapa jenis lumba-lumba bisa menahan nafas mereka didalam air selama 30 menit, sementara ikan yang lain harus bernapas setiap 20 detik.

- Lumba-lumba bisa sangat agresif dan bahkan brutal. Anggota dominan dari sebuah kelompok lumba-lumba seringkali terlihat mengganggu anggota kelompoknya yang lebih lemah.

- Berkat retina mata yang sangat sensitif dan efisien dalam mengumpulkan cahaya, lumba-lumba dapat melihat dengan jelas diatas ataupun dibawah air.

- Bila dibandingkan berdasarkan rasio ukuran tubuhnya, otak lumba-lumba ternyata lebih besar dari pada otak simpanse dan kera.

- Seekor lumba-lumba dewasa dapat mengkonsumsi lebih dari 16 kg ikan dalam satu hari.

- Lumba-lumba air tawar terbesar didunia yang pernah ditemukan tubuhnya mencapai panjang hingga 10 meter dan terdapat di sungai Amazon.






Oke sekian dulu pembahasan kita kali ini tentang Ikan Lumba-lumba yang saya ketahui semoga postingan ini bisa membantu kalian, Nantikan lagi di postingan saya yang berikutnya hanya di " Welcome To the World Of Fish "

Ikan Duyung (Dugong dugon)


Oke pada kesempatan kali ini saya akan memposting tentang Ikan Duyung (Dugong dugon)  beserta penjelasannya






Duyung (Dugong dugon)

Sang Mamalia Laut Duyung yang ini adalah sejenis ikan atau tepatnya mamalia laut yang bernama latin Dugong dugon. Dan bukan seorang putri cantik berambut panjang dengan kaki yang dapat berubah menjadi ekor ikan setiap kali kena air, yang kita kenal dalam dongeng Putri Duyung.
Duyung seperti mamalia laut lainnya meskipun hidup di dalam air tetapi ikan duyung bernafas dengan paru-paru dan menyusui anaknya. Sayangnya binatang inipun makin hari makin langka.
Ikan duyung dalam bahasa Inggris dikenal sebagai dugong atau sea cow. Dalam bahasa ilmiah (latin) mamalia yang hidup di air ini disebut sebagai Dugong dugon. Binatang yang bisa ditemui hampir di seluruh pesisir Indonesia ini termasuk binatang yang dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999.
Diskripsi. Ikan duyung mempunyai tubuh yang besar. Panjang badan Duyung dewasa sekitar 2,5-3 meter dengan berat 225-450 kg. Kulit Duyung (Dugong dugon) tebal, keras dan licin dengan warna abu-abu agak kebiruan.

Ikan Duyung memiliki kepala yang bulat dengan mata kecil dan lubang hidung di bagian atas moncong. Memiliki bulu yang terletak di bibir atas yang berguna untuk membantu menemukan makanan. Penglihatan duyung terbatas tetapi memiliki pendengaran yang tajam. Ikan Duyung lebih banyak aktif di malam hari (nokturnal) terutama untuk mencari makanan berupa berbagai tumbuhan laut seperti rumput laut, lamun dan akar-akar tanaman lainnya.





Sebagaimana mamalia laut lainnya duyung (Dugong dugon) hidup berkelompok dengan anggota antara 5-10 ekor yang terdiri dari induk betina, duyung jantan dan anaknya meskipun terkadang menyendiri. Duyung termasuk binatang yang setia dengan pasangannya dan bersifat monogami.
Ikan Duyung mampu hidup hingga berusia 70 tahun. Namun perkembangbiakan ikan ini sangat lambat. Biasanya seekor duyung beranak dalam interval 3-7 tahun sekali dengan melahirkan seekor anak dalam setiap satu periode kehamilan.

Persebaran dan Konservasi. Persebaran duyung terdapat di pesisir dan perairan pulau tropis dan subtropis antara Afrika Timur himgga Pasifik bagian barat. Duyung hidup di perairan laut yang berair tenang dan dangkal dengan kedalaman sekitar 20 meter yang banyak ditumbuhi oleh lamun.




Negara-negara yang menjadi habitat duyung antara lain Australia bagian utara, Bahrain, Brunei Darussalam, China, Djibouti, India, Indonesia, Jepang, Jordania, Kaledonia Baru, Kamboja, Kenya, Kepulauan Solomon, Komoro, Madagaskar, Malaysia, Mayotte, Mesir, Mozambiq, Palau, Papua New Guinea, Pilifina, Qatar, Saudi Arabia, Singapora, Somalia, Sri Lanka, Sudan, Tanzania, Thailand, Timor Leste, Uni Emirat Arab, Vanuatu, Vietnam, dan Yaman.

Ikan Duyung didaftar dalam status konservasi “vulnerable” (rentan) oleh IUCN Redlist sejak tahun 1982. Dan terdaftar dalam CITES Apendiks I sehingga tidak boleh diperdagangkan secara bebas. Di Indonesia, mamalia laut yang semakin langka ini dilindungi dari kepunahan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan jenis Tumbuhan dan Satwa.




Ancaman terhadap populasi dan kelestarian duyung (Dugong dugon) diakibatkan oleh rusaknya ekosistem lamun sebagai habitat duyung. Jika Putri Duyung yang cantik dan seksi menjadi sebuah dongeng yang kerap diceritakan saat kita kecil, apakah duyung Sang Mamalia Laut ini pun harus menjadi ‘dongeng’ buat anak cucu kita?

Klasifikasi Ilmiah: 
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Sirenia
Famili: Dugongidae
Subfamili: Dugonginae
Genus: Dugong (Lacépède, 1799)
Spesies: Dugong dugon (Müller, 1776)
Nama Ilmiah (latin): Dugong dugon
Nama Indonesia: Duyung.



Oke sekian dulu pembahasan kita kali ini tentang Ikan Duyung (Dugong dugon) yang saya ketahui semoga postingan ini bisa membantu kalian, Nantikan lagi di postingan saya yang berikutnya hanya di " Welcome To the World Of Fish "

BETUTU


Oke pada kesempatan kali ini saya akan memposting tentang Ikan Betutu  beserta penjelasannya





IKAN BETUTU

Betutu (Oxyeleotris marmorata) memiliki nama lokal yang beragam yaitu bloso, ikan malas, ikan bodoh (Jawa) bakut, batutuk, belutu, ikan hantu (Kalimantan); bakut, beluru, bekutut (Sumatera). Menurut Komarudin (2000) nama yang paling populer adalah betutu sekaligus digunakan sebagai nama resmi dalam dunia perikanan di Indonesia.

Morfologi
Tubuh betutu terdiri dari kepala, badan dan ekor dengan perbandingan ketiganya 1 : 4 : 1. Tubuh besar pada bagian kepala kemudian mengecil ke bagian ekor. Kepala bisa dibilang besar bila dibandingkan dengan ukuran tubuh. Tutup insang, mata, hidung, mulut menghiasi bagian itu. Tutup insang berupa lempengan yang menutup bagian belakang kepala yang bisa membuka dan menutup. Mata kecil dengan bagian tengah berwarna coklat muda dan bagian tepi berwarna coklat agak tua yang melingkar seperti cincin. Hidung juga kecil dan terletak di bagian atas kepala sedangkan mulut berada di depan kepala yang membelah hampir sebagian kepala.



Seluruh tubuhnya ditutup dengan sisik-sisk kecil, mulai dari belakang kepala sampai perbatasan pangkal ekor dengan warna dasar coklat muda. Pada bagian tertentu badan bercak-bercak hitam dan coklat tua, yang divariasi dengan titik-titik dengan warna yang sama. Pada bagian itu pula, sirip-siripnya menempel. Betutu memiliki lima buah sirip, yaitu sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip dubuh dan sirip ekor. Kelima sirip nampak besar (Komarudin, 2000).

Habitat dan Persebaran
Ikan ini banyak ditemukan di perairan yang tenang seperti danau, rawa, waduk dan perairan tenang lainnya terutama di Pulau Sumatra, Kalimantan dan Jawa. Hidup bukan di daerah yang dalam tetapi lebih suka di daerah yang dangkal. Ikan betutu tidak senang pada perairan yang deras karena ikan ini sangat fasif atau lebih banyak diam. Ikan betutu juga banyak ditemukan di negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Kamboja. Penyebarannya tidak seluas ikan sidat yang mendunia. Ikan betutu hanya tersebar di Asia Tenggara saja (Usniarie, 2008).

Tingkah Laku
hidup baik di perairan tawar. Biasanya pada tempat-tempat yang berair tenang, berlumpur, pada kedalaman kira-kira 40 cm. Ikan ini hidup di dasar perairan hanya sekali–kali saja menyembul di permukaan. Tempat agak gelap terlindung dibalik batu-batuan atau tumbuhan air sangat disukainya sebagai tempat mengintip mangsa. Jika hari menjelang malam betutu sering terlihat menyembulkan moncongnya di atas permukaan air di sekitar tempat persembunyiannya.



Sifat yang sangat menonjol dari ikan ini adalah pemalas, tabiatnya memang malas bergerak. Saking malasnya, bisa berjam-jam lamanya betutu hanya diam ditempatnya, tanpa bergeser sedikitpun. Jika ada yang menyentuh tubuhnya atau ada mangsa didekatnya, barulah betutu akan bergerak cepat kemudian berhenti dengan tiba-tiba, gerakannya kadang-kadang sulit diikuti.

Dengan tabiat seperti itu, untuk mencari makanpun betutu merasa enggan. Ia hanya menunggu manakala perutnya terasa lapar, barulah betutu akan menyambar ikan-ikan kecil yang melintas di depannya. Setelah kenyang, ia kembali diam lagi. Ikan yang bertampang mirip gabus ini ternyata tidak sekedar diam di tempat, tetapi juga “tidur”. Oleh karenanya, cukup beralasan bila ada orang menyebutnya sebagai sleeper goby, alias si “tukang tidur”. Betutu tampak lebih agresif di malam hari. Ikan ini akan terlihat mengintip mangsa jika malam telah menjelang. Demikian pula dalam hal berkembang biak. Ikan ini seperti juga ikan-ikan lainnya lebih memilih waktu malam hari sebagai saat mengadakan perkawinan.

Klasifikasi dari ikan Betutu (Lie Siauw foey, 1968 dalam Komarudin, 2000):
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Superkelas : Pisces
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Perciformes
Subordo : Gobiodea
Family : Eleotridae
Species : Oxyeleotris marmorata

Pakan dan Kebiasaan Makan

Betutu merupakan pemangsa yang sangat rakus ikan ini dapat memakan mangsa seberat bobot tubuhnya setiap hari. Meskipun demikian, sesuai tabiatnya yang malas, ikan ini hanya menunggu mangsa lewat didekatnya. Untuk itu ia memakai jurus diam seperti benda mati hingga datang kesempatan menyambar mangsanya. Jenis makanan yang disantapnya berubah dengan bertambahnya umur. Ikan dewasa biasanya memangsa ikan lain, udang-udangan (crustacea), dan serangga air (insekta). Sementara juvenilnya yang masih muda memakan kutu air (Daphnia, Cladocera, Copepoda), jentik-jentik serangga dan rotifera. Pada stadia larva betutu juga memakan flankton nabati (ganggang) dan flankton hewani berukuran renik.



Hingga saat ini ikan betutu belum terbiasa memakan pakan buatan berupa pelet atau sebangsanya. Paling tidak betutu mau memakan daging ikan yang sudah dipotong-potong, ikan rucah (trashfish) atau daging bekicot, mangsa dalam keadaan hidup/segar lebih disukainya. Dari hasil pengamatan isi saluran pencernaan baik betutu muda ataupun dewasa mangsa utama adalah udang air tawar (palaemonidae), serangga air, dan ikan-ikan kecil.




Oke sekian dulu pembahasan kita kali ini tentang Ikan Betutu yang saya ketahui semoga postingan ini bisa membantu kalian, Nantikan lagi di postingan saya yang berikutnya hanya di " Welcome To the World Of Fish "

Sabtu, 30 April 2016

IKAN BELIDA


Oke pada kesempatan kali ini saya akan memposting tentang IKAN BELIDA  beserta penjelasannya







IKAN BELIDA

Ikan Lopis/Belida (Notopterus chitala) merupakan jenis ikan sungai yang termasuk dalam golongan suku Notopteridae (ikan berpunggung pisau) Ikan lopis lebih dikenal dengan nama belida/belido yang di ambil dari salah satu nama sungai yang terdapat di Sumatra selatan sebagai tempat habitatnya. Di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah ikan belida disebut ikan pipih karena bentuk badannya yang pipih. Ikan ini merupakan bahan baku untuk sejenis kerupuk khas dari Palembang yang dikenal sebagai kemplang. Dulu lopis juga dipakai untuk pembuatan pempek namun sekarang diganti dengan tenggiri. Tampilannya yang unik juga membuatnya dipelihara di akuarium sebagai ikan hias. 



Bentuk ikan ini adalah berbadan pipih dengan kepala kecil. Bentuk kepala dekat punggung cekung. Bungkuk dibagian tengkuk dan memiliki sisik kecil-kecil. Rahang semakin panjang sesuai dengan meningkatnya umur sampai jauh melampaui batas belakang mata. Sisik pasa penutup insang terdapat 20 – 22 baris. Berwarna agak kelabu dibagian punggung dan agak putih keperakan di bagian perut. Pola warna bervariasi sesuai dengan fasenya.  

Panjang maksimum kurang lebih 875 mm dan berat tubuh dapat mencapai 15 kg. Sisi badannya dihiasi deretan bola hitam yang masing-masing dikelilingi lingkaran putih seperti jendela kapal laut. Ketika sudah dewasa, gambaran tubuh itu hilang dengan sendirinya, diganti dengan sejumlah garis seperti sabuk hitam. 



Belida Betina memiliki sirip perut relatif pendek dan tidak menutup bagian urogenital, alat kelamin berbentuk bulat. Ketika birahi (matang gonad), bagian perut membesar dan kelamin memerah. Belida Jantan memiliki sirip perut lebih panjang dan menutup bagian urogenital, alat kelamin berbentuk tabung, ukuran lebih kecil daripada betina. 

Nama belida merupakan nama suatu marga di daerah Muara Enim, Sumatera Selatan. Keturunan marga Belida dipercaya memiliki kepandaian berdiplomasi dan berwibawa. Kata "be" berarti mempunyai, dan "lida" padanan kata dari "lidah". 




Ikan belida dimasukkan kedalam famili Notopteridae dan terdiri dari tiga spesies, yaitu Notopterus notopterus, Notopterus chitala, Notopterus boomeensis. Belida tergolong ikan dari suku kecil ikan air tawar yang terdapat di kawasan tropik Afrika dan Asia Tenggara. Anggota suku ini dapat dikenali dari sirip dubur yang sangat panjang dan berawal tepat di belakang sirip perut dan dihubungkan oleh sisik-sisik kecil dengan sirip ekor. Belida tergolong ikan yang berukuran besar, karena tumbuh memanjang yang dapat mencapai 150 cm. 

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Osteoglossiformes
Famili : Notopteridae
Genus : Chitala
Spesies : Chitala lopis
Nama Sinonim : Notopterus chitala H.B.

Bentuk tubuh ikan belida menyerupai pisau sehingga sering disebut knife fish atau ikan pisau. Punggung belida melengkung mulai dari ujung kepala sampai ke ekor seperti lengkungan punggung pisau. 

Di Indonesia ikan belida mempunyai beberapa tampilan visual warna dan bentuk tubuh, yakni hitam, hitam keperakan, hitam kehijauan, albino dan bercorak (batik) pada bagian tubuhnya. Habitat belida mempunyai ciri-ciri seperti terdapat di topografi relatif landai, banyak lekukan dan danau buntu, banyak anak sungai, air relatif keruh, lebih dalam, dan berarus kurang deras. 





Belida termasuk ikan predator yang memakan berbagai hewan air terutama ikan dan udang. Sebagai predator, belida juga bersifat kanibal yaitu memangsa jenisnya sendiri yang berukuran lebih kecil. Sebagai hewan noktunal (aktif pada malam hari), belida aktif mencari makan pada malam hari. Karena itu dalam pembudidayaannya ikan belida diberi pakan dengan jumlah lebih besar pada sore hari. 

Ikan belida memijah sepanjang tahun, dengan puncak musim pemijahan terjadi pada musim kemarau. Pada musim kemarau seluruh induk belida matang gonad (100%), sedangkan pemeliharaan pada musim hujan, persentase induk belida yang matang gonad hanya 60-80%. Dalam berkembangbiak, belida jantan membuat sarang dari ranting dan daun, serta menjaga telur dan anak-anaknya. Telur yang dikeluarkan oleh induk betina diletakkan pada substrat yang dibuat oleh induk jantan. Seekor belida betina dapat menghasilkan 6-10 ribu telur dengan diameter telur 0,15-3,55 cm.





Oke sekian dulu pembahasan kita kali ini tentang IKAN BELIDA yang saya ketahui semoga postingan ini bisa membantu kalian, Nantikan lagi di postingan saya yang berikutnya hanya di " Welcome To the World Of Fish "

ALIGATOR ARAPAIMA

Oke pada kesempatan kali ini saya akan memposting tentang Ikan Aligator Arapaima  beserta penjelasannya






Ikan  Arapaima

Ikan Arapaima (Arapaima gigas) dapat mencapai panjang lebih dari 2 m dalam beberapa kasus luar biasa bahkan lebih dari 2,5 m  dan beratnya lebih dari 100 kg. maksimum yang terdaftar berat untuk spesies ini adalah 200 kg sedangkan dicatat panjang terpanjang adalah 4.52 m.

Sebagai salah satu jenis ikan makanan yang paling dicari di Amerika Selatan ikan ini sering ditangkap terutama oleh jaring genggam untuk di ekspor dengan spearfishing untuk konsumsi lokal dan akibatnya arapaima besar lebih dari 2 m  jarang ditemukan di alam liar saat ini.



Ikan Arapaima (Arapaima gigas) mempunyai ciri-ciri seperti sisik kehitaman hijau besar dan tanda merah. Hal ini efisien dan ramping dengan sirip punggung dan anal yang ditetapkan belakang dekat ekor. Nama lokalnya ialah paiche yang berasal dari kata asli untuk “merah” dan “ikan”.

Biologi
Sisik Arapaima memiliki sangat termineralisasi lapisan luar sangat keras dengan permukaan bergelombang di mana terletak beberapa lapisan serat kolagen Dalam struktur yang mirip dengan kayu lapis serat di setiap lapisan berturut-turut berorientasi pada sudut kanan dengan yang di sebelumnya. lapisan untuk ketangguhan maksimal.

Permukaan keras bergelombang dari lapisan luar, lapisan kolagen orthogonal internal yang lembut tapi tangguh, dan hidrasi timbangan semua berkontribusi untuk kemampuan mereka untuk melenturkan dan merusak namun tetap kuat-solusi yang memungkinkan ikan untuk tetap selular saat berat lapis baja.



Arapaima memiliki ketergantungan mendasar pada udara permukaan untuk bernapas. Selain insang, memiliki gelembung renang dimodifikasi dan diperbesar terdiri dari jaringan paru-paru seperti yang memungkinkan untuk mengekstrak oksigen dari udara.

Ikan Arapaima (Arapaima gigas) Ini merupakan adaptasi terhadap kondisi hipoksia sering dari dataran Amazon tetapi membutuhkan arapaima untuk permukaan untuk udara setiap 5 sampai 15 menit. Kecenderungan ini tinggal di permukaan membuatnya lebih rentan terhadap serangan dari nelayan.

Ekologi 
Diet arapaima terdiri dari ikan, krustasea dan bahkan hewan darat kecil yang berjalan di dekat pantai. Ikan arapaima bernafas dengan udara yang menggunakan organ labirin yang kaya akan pembuluh darah dan membuka ke mulut ikan keuntungan dalam air kekurangan oksigen yang sering ditemukan di Sungai Amazon.



Ikan ini  mampu bertahan di danau oxbow dengan oksigen terlarut serendah 0,5 ppm. Di lahan basah dari Araguaia salah satu pengungsi yang paling penting untuk spesies ini adalah predator puncak di danau tersebut selama musim air rendah ketika danau terisolasi dari sungai dan kadar oksigen drop, render mangsanya lesu dan rentan .

Reproduksi
Karena rentang geografis arapaima menghuni, siklus hidup hewan yang sangat dipengaruhi oleh banjir musiman. Arapaima meletakkan telur-telurnya selama berbulan-bulan ketika tingkat air rendah atau mulai meningkat. Mereka membangun sarang sekitar 50 cm dan lebar 15 cm, biasanya di daerah berlumpur-rangkap.



Ketika air naik, telur menetas dan keturunannya memiliki musim banjir untuk makmur, selama bulan Mei hingga Agustus.Oleh karena itu pemijahan tahunan diatur musiman. arapaima laki-laki seharusnya mouthbrooder seperti saudaranya Osteoglossum yang berarti kaum muda dilindungi dalam mulutnya sampai mereka lebih tua. arapaima perempuan membantu melindungi laki-laki dan kaum muda dengan melingkari mereka dan menangkis predator potensial.

Dalam buku The Whispering Land, naturalis Gerald Durrell melaporkan mendengar kisah di Argentina yang arapaima perempuan telah terlihat mengeluarkan zat putih dari kelenjar di kepala bahwa anak-anak mereka telah dicatat tampaknya makan pada substansi.
Konservasi 



Status populasi arapaima di Amazon River Basin tidak diketahui, karena itu tercantum pada daftar merah IUCN sebagai Data Kurang. Sulit untuk melakukan sensus penduduk di suatu daerah begitu besar, dan juga bermasalah untuk memantau tangkapan dalam perdagangan yang sebagian besar ilegal.

Namun, sebuah studi 2014 menemukan bahwa ikan itu habis atau dieksploitasi secara berlebihan pada 93% dari situs diperiksa dan dikelola dengan baik atau unfished hanya 7%; ikan tampaknya punah di 19% dari situs-situs tersebut. Arapaima sangat rentan terhadap penangkapan ikan yang berlebihan karena ukuran mereka dan karena mereka harus muncul secara berkala karena obligat sifat bernapas mereka.





Oke sekian dulu pembahasan kita kali ini tentang Ikan Aligator Arapaima yang saya ketahui semoga postingan ini bisa membantu kalian, Nantikan lagi di postingan saya yang berikutnya hanya di " Welcome To the World Of Fish "

GURITA


Oke pada kesempatan kali ini saya akan memposting tentang
GURITA  beserta penjelasannya







GURITA

Semua gurita memiliki paruh tajam dan keras sehingga mereka mampu menimbulkan gigitan yang bisa menyakitkan. Gurita cincin biru (Hapalochlaena maculosa) memiliki salah satu venoms paling mematikan di dunia yang dikenal dapat membunuh manusia dengan satu gigitan. Hebatnya kadang-kadang gurita ini ditawarkan untuk dijual dalam perdagangan hewan peliharaan.




Gurita secara umum ialah hewan soliter dan individu pencampuran dalam akuarium yang sama hampir mustahil tidak peduli apa jenis kelamin mereka. Pemupukan bersifat internal dengan menempelkan banyak spesies telur untuk atap gua atau retret lainnya dimana mereka dijaga oleh wanita. Gurita mampu perubahan warna yang luar biasa dan bahkan perubahan pada tekstur kulit untuk membantu menyamarkan diri atau mungkin untuk berkomunikasi dengan individu lain.





Beberapa spesies gurita kecil kadang-kadang diimpor ke dalam perdagangan hewan peliharaan, paling biasanya gurita tropis umum (cyaneus Octopus). Tumbuh dengan panjang maksimum 12 inci makhluk ini cukup kuat jika diberi kualitas air sangat baik dan beberapa retret yang aman untuk bersembunyi. Ini dan gurita lainnya sangat toleran terhadap gangguan meskipun banyak individu sekali menyesuaikan diri akan mengantisipasi menyusui dan meninggalkan rumah mereka untuk makanan bahkan dengan lampu menyala.





Mereka harus ditangani dengan hati-hati karena bagaimanapun selama awal mereka masuk ke dalam akuarium dan lampu harus dibiarkan off untuk beberapa hari pertama. Hal ini juga penting untuk tidak tiba-tiba mematikan lampu di dalam ruangan gelap untuk menghindari mengejutkan binatang. Jika sangat terganggu makhluk sensitif akan merilis tinta berwarna gelap ke dalam akuarium yang akan memerlukan perubahan air dan gangguan lebih lanjut dari binatang.

Semua gurita adalah karnivora dan gurita tropis umum akan berkembang pada ikan, kepiting, kerang, siput, dan sejenisnya. Meskipun akan hidup berdampingan dengan karang, spons, dan cacing tabung, sebagian besar pasangan tangki lain dengan cepat akan dikonsumsi.






Oke sekian dulu pembahasan kita kali ini tentang GURITA yang saya ketahui semoga postingan ini bisa membantu kalian, Nantikan lagi di postingan saya yang berikutnya hanya di " Welcome To the World Of Fish "